Laporan Praktikum Fistum Respirasi Aerob



A.     Judul       : Respirasi Aerob
B.     Tanggal   : 24 Oktober 2011
C.      Tujuan    :  Untuk mengetahui proses respirasi    secara aerob
D.     Alat dan Bahan
1.        Alat
·           Inkubator
·           Tabung reaksi
·           Pipet
·           Beaker glass
·           Kain kassa
·           Benang kasur
·           Gelas plastik
2.        Bahan
·           NaOH
·           Kecambah
·           Aquadest
·           Phenolptalin
·           HCl

E.      Cara Kerja
1.      Membuat larutan NaOH 5 %
2.      Menimbang kecambah 10 gram
3.      Membungkus kecambah dengan kain kassa dan diikat dengan benang kasur
4.      Menuang NaOH 5% sebanyak  50 mL ke dalam tabung plastik
5.      Menggantungkan kecambah yang sudah dibungkus tadi ke dalam tabung plastik
6.      Menutup tabung plastik dengan kain kassa dan diikat dengan tali karet
7.      Memasukan tabung ke-1 dalam inkubator dengan suhu 350 C, tabung ke-2 dibiarkan dalam ruangan biasa selama satu minggu
Cara Kerja Titrasi
1.      Membuat larutan NaOH 5% yang baru
2.      Membuat larutan HCl dalam molalitas (36,5 HCl+1000 mL Aquadest)
3.      Memasukan dalam alat titrasi HCl 50mL yang telah tercampur tadi
4.      Menyediakan beaker glass yang berisi larutan NaOH yang telah diberi perlakuan seperti cara kerja no.7 di atas
Kemudian meneteskan beberapa tetes PP ke NaOH
F.      Hasil Pengamatan


G.     Pembahasan
Dari data di atas diperoleh data bahwa reaksi penetralan yang paling cepat terjadi adalah pada tabung 3, yaitu tabung NaOH yang baru dibuat. Larutan NaOH yang digunakan sebagai pengikat CO2, HCL digunakan sebagai penetral pH dan PP digunakan sebagai indikator dari data di atas bahwa reaksi penetralan paling cepat terjadi pada tabung 3 karena terdiri dari NaOH yang baru dibuat dan belum terdapat CO2 maupun rendahnya suhu karena tidak dimasukan ke dalam inkubator sehingga proses pengikatan CO2 sangat cepat. Dan pada tabung 1 terjadi proses penetralan yang paling lambat karena dalam larutan NaOH sudah banyak terdapat CO2 dari hasil respirasi kecambah dan rusaknya larutan maupun tingginya suhu akibat pemanasan di dalam inkubator.
Sedangkan Pada tabung 2  proses penetralan juga terjadi cukup lama dengan skala 46 ml dan 33 mL,  hal ini disebabkan kandungan CO2 dalam NaOH akibat respirasi kecambah yang digantung diatas NaOH tetapi tidak dimasukkan ke dalam inkubator sehingga suhu pada larutan NaOH rendah dan tidak mengalami kerusakan. Hal ini mengakibatkan reaksi penetralan pada tabung 2 lebih cepat dibandingkan pada tabung 1.  kecepatan reaksi penetralan dipengaruhi oleh kandungan CO2 dan suhu.

H.    Kesimpulan
1.      Respirasi aerob adalah respirasi yang membutuhkan kadar oksigen yang tinggi.
2.      Faktor-faktor yang mempengaruhi cepat lambatnya proses penetralan antara lain kandungan CO2 dan suhu.
3.      Reaksi respirasi aerob:
C6H12O6 → 6 CO2 + 6 H2O + 675 kal + 38 ATP

Previous
Next Post »
Thanks for your comment